Cara dan Etika Bertelepon yang Benar

By On Friday, March 1st, 2013 Categories : Bahasa Indonesia, Kelas 7, SMP
Cewek Bertelepon

Cewek Bertelepon

 

Cara dan Etika Bertelepon yang Benar

Zaman dahulu, alat komunikasi yang sering digunakan adalah surat. Saat ini, cara tersebut mulai ditinggalkan sejak diketemukannya telepon. Masyarakat dapat menggunakan telepon rumah, kartu, koin, maupun telepon seluler (ponsel).
Dalam bertelepon, tidak sekadar jelas dalam menyampaikan maksud. Ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan dalam bertelepon, yaitu kesantunan yang meliputi sebagai berikut.

  1. Membuka dengan menggunakan salam.
  2. Memperkenalkan diri dan menyebutkan nama orang yang diajak bicara.
  3. Menyampaikan maksud secara singkat dan jelas.
  4. Mengakhiri pembicaraan dengan menggunakan terima kasih dan menyampaikan salam.

Dalam bertelepon, ada etika yang bersifat umum maupun khusus. Misalnya berdasarkan mitra bicara, seperti dengan teman sebaya, orang yang lebih muda, atau orang yang dihormati. Pilihan kata menjadi hal yang harus diperhatikan dan dipertimbangkan. Sebagai contoh, akan lebih sopan jika seorang murid menelepon guru dengan menggunakan kata sapa Bapak atau Ibu, daripada kamu serta menyebutkan diri dengan saya daripada aku.

Santun bertelepon juga meliputi hal-hal berikut.

  1. Memilih waktu bertelepon yang tepat.
  2. Memastikan nomor yang dihubungi tidak keliru. Jika tidak, sampaikan permohonan maaf dengan santun.
  3. Sebaiknya tidak memakan sesuatu saat bertelepon.
  4. Menciptakan suasana tenang di sekitar tempat bertelepon.
  5. Tidak berlama-lama dalam bertelepon.
  6. Kembalikan gagang telepon dengan hati-hati sehingga tidak menyinggung perasaan orang yang ditelepon.

Sebelum bertelepon, ada baiknya kamu persiapkan hal-hal yang akan dibacakan. Selain hemat, kalimat yang disampaikan akan lebih efektif. Perhatikan percakapan telepon berikut!

Contoh Etika Bertelepon yang Benar :1. Sinta       : “Selamat siang. Benarkah ini nomor telepon 85666673?”
Pak Indra : “Selamat siang. Benar. Ini siapa?”
Sinta       : “Ini Sinta, teman sekelas Ayu. Bisakah saya bicara dengan Ayu?”
Pak Indra : “Maaf, Ayu sedang istirahat. Dia demam hari ini.”
Sinta       : “Sakit? Padahal nanti sore ada latihan basket. Biarlah saya ke sana.
Salam untuk Ayu, ya Pak. Terima kasih, selamat siang.”
Pak Indra : “Terima kasih kembali, siang.”

 

 Contoh Etika Bertelepon yang Salah :  2. Nita : “Halo. Dari siapa ya?”
Rani : “Rani. Tolong panggilkan Dodi. Cepet ya.”
Nita : “Dodi tidak ada. Baru saja keluar.”
Rani : “Keluar? Sialan. Pergi ke mana dia?”
Nita : “Nggak tau tuh. Ke mall kali.”
Rani : “Capai …deh…”
(tuutt….tututt…. Rani membanting gagang telepon)

drama percakapan tentang pasar monopoli, melalui media apa saja bunyi dapat merambat dan sampai kekeliling kita, pemuda lombok di mata cewek jawa
Cara dan Etika Bertelepon yang Benar | admin | 4.5